GRAND STRATEGY IMM KEDEPAN1
Oleh Dewi Trinoka2
PROLOG
Lahirnya IMM tidak hanya sekadar merupakan sebuah ikatan otonom yang bergerak dalam tiga ranah saja dlam komptensi tektualnya saja dalam persyarikatan muhammadiyah, tetapi lebih jauh dari itu secara kontektualnya pun IMM di lahir kan sebagai rekonstruksioner pergerakan kaum muda
Dalam perjalanannya menduduki usia yag kian karatan, menjelang hari tua yang kian menjemput, yang ternyata IMM semakin termakan arus masa tuanya dalam perjalanan yang kian lapuk. Ikatan besar ini bagai menguap di siang bolong, terlena dengan mimpi indah masa lalu yang romantisme, terlarut dengan kejayaan abad klasik , tetapi tidak bangun dari keterpurukan yang hampir saja menyentuh mau, mengenang kisah romansa dengan cerita yang menggebu tanpa aplikasi reail, apakah seperti ini yang kita inginkan dalam ikatan besar ini?
DPD Aceh yang semakin jauh ke Sabang. DPD Riau yang entah di mana rimbanya, DPD jambi yang bagai benang kusut tanpa nyawa, bagai kerakap tumbuh di batu, hidup segan mati tak mau, DPD Bengkulu yang hampir mati suri, nyaris tanpa nyawa, bagai hantu menembus kehidupan hanya ada batang hidung nya saja, tapi mana existensinya?
Namun yang sering kita banggakan adalah kita itu besar . tapi tidak tahu besar apanya, yang jelas besar otanya. Yang menjadi kebanggakan kita sekarang adalah IMM itu GUEDE banget, alias GUE deh banget, nusantaraisme, nasionalisasi, isnot otonom aja, namun kita tidak melihat lebih dalam ke lubuk hati IMM itu sendiri, bahwa kita hanyalah sekadar gaung yang besar, tapi khittahnya dalam penanaman idiologi bagai manusia kehilangan kaki sebelah, hanya bisa duduk di kursi roda, tidak bisa untuk berlari mencapai garda terdepan umat manusia.
Untuk itu perlu adanya pengaturan strategi menuju langkah ideal kedepan, bagaimana follow nya IMM, sehingga kita tidak hanya mumpung nama saja dalam dunia persyarikatan, dunia kelam perjuangan . yang nota bene kita saling menyalahkan antar sesama dalam ikatan yang satu,
Yang menjadi permasalahan kita sekarang adalah mampukah kita menyatukan kaca yang pecah, menyulam kembali benang yang kusut? Untuk itu biarkan mereka berkembang biak pianak menentukan arah sendiri dengan tidak melupakan jati diri yang keIMMannya, dengan kata lain tidak murtad dari ideology yang dipegang dalam pengukuhan ikatan. Karena kehidupan IMM kedepan adalah mitology yang bakal kita hadapi bukan sejarah masa lalu yang telah tenggelam lapuk dimakan usia yang hanya bisa di kenang.
Dalam hal ini Revitalisasi kader ikatan sangatlah penting untuk menuju garda kejayaan pencerahan, oleh sebab itu untuk menindak lanjuti semua persoalan yang kita hadapi maka perlu adanya grand strategy langakah kita (IMM) kedepan, apakah kita akan terus jalan di tempat? Atau bercerita pangjang mengenang romansa masa silam yang jaya? Atau mungkin kita akan menuju kehancuran dan bahkan mati suri dan nyaris tanpa nyawa ?
GRAND STRATEGY LANGKAH IMM KEDEPAN
Menindak lanjuti problema yang ada dlam ikatan , baik otonom atau pun nasional perlu strategy jitu yang musti di akseskan terlebih dahulu apa sebenarnya yang terjadi dengan IMM, mati suri atau hanya pingsan sementara? Atau masih tertidur dan terlena dengan mimpi yang panjang, berkisah tentang masa klasik bercerita tentang kejayaan masa majapahit.
1. Meningkatkan Kompetensi Kader
IMM merupakan organisasi otonom produk muda muhammadiyah yang bakal menjadi penerus langkah perjuangan muhammadiyah ataupun aisyiyah. Kader-kader penerus perjuangan yang handal, memiliki nilai-nilai dasar dalam memahami perjuangan ikatan. Oleh sebab itu dalam pengkaderan pun musti di tanam nilai-nilai ikatan baik secara tektual maupun secara kontektual, dan nilai-nilai islam yang menjadi pedoman dalam ikatan maupun persyarikatan, sehingga ikhtiar yang menghinggapi tidak hanya putus nyambung, tapi bahkan ikhtiar yang lebih optimal, sehingga rasa keterikatan pada IMM menjadi kompeten, tidak hanya sebuah persepsi saja, tetapi lebih dari itu IMM menjadi ujung tombak dari sebuah perjuangan, dan cita-cita
Untuk itu dalam mengoptimalkan ikhtiar ini kader musti di kenalkan terlebih dahulu misi, visi dan landasan serta tujuan ikatan, nilai-nilai keislaman yang menjadi basis dari ikatan adalah langkah awal pengenalan jati diri ikatan pada kader, dengan kata lain bagaimana menanamkan nilai ideal ikata pada kader yang merupakan penerus perjuangan persyrakatan
2. Membangun Sinergisitas
IMM ada tidak hanya dari basis satu area, tapi lebih dari itu, lingkup nusantara, dari sabang sampai merauke yang berjajar dengan pulau-pulau yang musti di satukan dalam sebuah kata ikatan maupun persyarikatan dalam muhammadiyah itu sendiri.
Oleh sebab itu adanya benturan ataupun ada satu yang rusak maka rusak semuanya, dengan kata lain satu yang broke maka yang lain juga kena imbasnya. So, kerinci yang terkikis maka DPP akan kena batunya, akhirnya lari pada lingkup nusantara.
Maju mundurnya IMM juga tidak terlepas dari kinerja daerah maupun cabang beserta anak-anaknya. Gaungnya IMM pun dikarenakan adanya radix (akarnya) yang bercabang dan menjalar. Kekuatan IMM yang besar karena dipengaruhi oleh dukungan kekuatan yang kecil, tanpa adanya DPD, DPC, atau anak cabang sebagainya, IMM juga akan rapuh dan tanpa power yang jelas, pincang dalam perjalanan.
Oleh sebab itu untuk menguatkan kembali (revitalisasi) sebuah ikatn maka perlu sinergi seluruh pimpinan baik pusat, daerah, maupun cabang dan komisariat. Sinergis atas kesamaan nilai-nilai ideal dalam membentuk kesatuan langkah yang bukan di atas kepentingan. Dimana sinergis dibangun di atas semangat ukhuwah, dengan kokohnya ukhuwah maka akan terbentuk kekuatan sebagaia gerakan. Untuk itu IMM tidak akan bisa menjadi besar kecuali dengan dukungan dan kekuatan dari cabang.
3. Transformsi Kader
Transpormasi kader merupakan peran kunci dalam gerakan pencerahan. Jadi bagaimana bentuk dan pola IMM kedepan adalah arah sebuah perubahan dari dinamika keterpurukan. karena IMM tidak hanya bergerak lintas ikatan buta tapi lintas organisasi, bagaimana imm mengarahkan kader ikatan nya lebih lanjut. Akan diKemanakah arus yang di tuju, adakah hanya sebuah lembaga saja tanpa penanaman modal dan pembengkakan ideology
Sepertinya hanya akan menghabiskan waktu saja bila seandainya kader IMM yang begitu besar menjadi petapa dalam arus kemajemukan dan pragmatis. Haruskah IMM hanya merupakan sebuah kangguru kecil yang bergendongan pada induknya. Bagaimana IMM mencari perubahan dalam sosialnya, bagaimana berada di atas gelombang arus yang berbeda.
IMM tidak hanya bergerak dalam konsep jami’iyah saja tapi jamaah. Dalam konsep ini IMM memegang peranan penting untuk menanamkan ideology, tanpa membawa logo ikatan. Dengan kata lain IMM tidak hanya bernyanyi tapi juga menari oleh sebab itu bagaimana membumi kan IMM yang masih terkatung di awang-awang atau bahkan masih hanya sekadar sebuah gaung yang belum bernaung di
IDENTITAS SANTRI KOTA
IMM
Progresifitas
Social movement
Agent of
historical change
Liberation Transendent Humanism
Amar ma’ruf
nahyi mungkat
pencerahan
kahiru ummah
best society
4. Mobilisasi Kader
Kemanakah kader IMM akan kita arahkan ? berdayakan? Apakah cukup hanya sebagai pengemis berdasi atau kemana ? Yang jelas adalah dimana kader akan kita mobilisasikan, bernaung di AUM atau hanya sebagai
5. Pemantapan Pergerakan
Merupakan basis solidaritas da kekuat
Profil penulis
1. Kabid kader imm kerinci 2004-2006
2. Kabid sosek imm kerinci 2006-2007
3. Direktur Media Dan Publikasi PMI (pena muda indonesia) wilayah jambi
4. Teater sang surya STAIN Kerinci
5. Teater Bias Fajar AMM Kerinci
6. Pelatih dan pembina teater siklalo kerinci
7. Sekretaris MPM STAIN Kerinci 2006-2007
8. Pengurus BEM STAIN Kerinci Biro Pendidikan dan Intelektual 2005-2006
9. sekretaris Kewanitaan HMJ Tar STAIN Kerinci
10. IJM (Ikatan Jurnalis Muhammadiyah ) Kerinci
11. Sekretaris Bulletin Fajar AMM Kerinci
12. Direktur Utama Bulletin Aufklarung Kerinci
13. Sekretaris FLP Kerinci Wilayah Jambi
14. Pendiri dan Direktur Exekutif GIE (Generasi Islam Extravaganza) kerinci
15. sekretaris FORSIF (Forum Studi islam konserfatif ) kerinci
16. de le le ( dan lupa lagi)
Sabtu, 28 Maret 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar