Sabtu, 28 Maret 2009

komitmen

OPTIMALISASI IKHTIAR
(KOMITMEN PADA PILIHAN)
Oleh : Dewi Trinoka*


Dalam kehidupan di dunia, kebebasan untuk memilih adalah bagian dari anugerah Tuhan untuk manusia. Manusia di hadapkan pada berbagai pilihan yang musti di pilih. Dan manusiapun bebas untuk memilih apa yang menjadi pilihannya. Demikrasi dalam berbagai hal adalah lumrah bagi setiap penghuni bumi yang fana ini, yang jelas adalah pemahaman ataupun esensi dari apa yang dipilih.

Akan tetapi, pilihannya yang pertama haruslah diputuskan sejauh menyangkut apa yang baik dan apa yang buruk. Kemudian ia harus mampu menempatkan diri di salah satu pihak, yang baik atau yang buruk. Kalau seseorang telah menempatkan apa yang baik atau yang buruk, yaitu setelah ia memilih satu di antara keduanya, atau bahkan antara keseluruhan dari pilihannya, barulah putusan-putusan menjadi termakna.

Untuk memilih dan membuat keputusan itu, manusia bebas, dalam arti kata ia harus mempu mempertanggung jawaban dirinya atas keputusan yang diambil. Pertanggung jawaban dalam pilihan adalah sebuah komitmen pada apa yang kita pilih, yaitu suatu keteguhan dimana kepercayaan dan kesetiaan untuk terus menerus melaksanakan tugas da kewajiban, walaupun ada hambatan dan tantangan yang menghadang.

Namun, setiap pilihan yang kita pilih memiliki konsekwensi dan risiko bagi yang menganut dan mengikutinya. Karena komitmen pada pilihan adalah syarat bagi siapa saja yang ingin meraih kesuksesan dalam kehidupan. Lebih dari itu, komitmen pada pilihan akan menghasilkan sesuatu yang tak terduga pada apa yang kita kerjakan.

Oleh sebab itu dalam menentukan sebuah pilihan sangatlah tergantung kepada tingkat kesadaran. Ada tiga tingkat kesadaran yang memepengaruhi sebuah pilihan, yaitu :

1. Tidak sadar : orang yang menentukan pilihan karena ikut-ikutan / terpaksa. Orang seperti ini memiliki keteguhan yang sangat lemah dan susah untuk di harapkan mencapai kesuksesan, kecuali bila ia mengalami perubahan dalam prosesnya.
2. Sadar secara rasional : orang yang sat menentukan sebuah pilihan telah mempertimbangkan secara matang, mengetahui segala risiko yang akan di hadapi, tetapi dengan pemahaman yang kering dan tidak bertenaga. Orang seperti ini memiliki keteguhan, namun keteguhannya belum cukup untuk bisa meraih kesuksesan.
3. Sadar secara rasional dan emosional : orang yang saat menentukan sebuah pilihan , selain telah mempertimbangkannya secara matang, mengetahui segala risiko yang akan di hadapinya, menambahkan juga kekuatan emosi atas pilihan itu. Inilah pilihan yang paling tepat. Memilih dengan kesadaran seperti ini akan memberikan pilihan yang tepat sekaligus menghadirkan rasa cinta atas pilihan tersebut. Sehingga akan memunculkan motivasi yang kuat dan ketahanan terhadap gelombang , rintangan dan hambatan yang nantinya datang. Pilihan dan keteguhan menjalaninya akan menciptakan keajaiban yang mengantarkannya meraih kesuksesan.

Misalkan saja dalam memilih pekerjaan, yang mana yang mustinya dipilih dan yang mana yang tepat bagi seseorang. Pilihan ini adalah titik awal yang penting dalam upaya meraih kesuksesan. Namun tak ada jaminan pasti meraih sukses bila tidak cukup teguh dan setia meniti jalan sukses itu.

Oleh sebab itu yang musti di lakukan untuk meningkatkan kesetiaan dan keteguhan dalam sebuah pilihan adalah :

 Tingkatkan keyakinan terhadap system. Keraguan atau lemahnya keyakinan adalah sumber kagagalan. Hindari pertanyaan-pertanyaan yang bisa meningkatkan keraguan, sebaiknya tumbuhkan dan kuatkan keyakinan dengan semakin meningkatkan informasi yang diterima dan pemahaman yang benar
 Temukan seseorang yang telah sukses sebagai model panutan untuk menambah keyakinan diri, cari satu atau beberapa orang yang telah sukses dan dekat kan diri secara fisik dan mental kepada mereka. Ciptakan hubungan batin yang kuat antara kita dan model panutan sehingga kita termotivasi untuk sukses.
 Nikmati “perjalanan”. Ibarat melakukan perjalanan ke suatu tempat, berbagai keindahan, seperti juga berbagai rintangan pasti akan di tenui sepanjang jalan. Hanya dengan keteguhan hati kita akan bersyukur saat bertemu kemudahan dan kesenangan dan tidak menyerah ketika mendapatkan kesulitan, sehingga sampai ke tujuan.
 Ciptakan kesuksesan-kesuksesan antara. Keberhasilan-keberhasilan kecil yang kita raih adalah sumber keteguhan utama. Misalkan saja dalam memilih bisnis, jika kita sukses mendapatkan prestasi , maka kita akan yakin bahwa bisnis yang kita pilih bisa di andalkan. Tidak hanya sampai disini, bila kita telah mendapatkan prestasi yang lebih maka kita akan memilki keyakinan lebih lagi terhadap bisnis yang di pilih tersebut. Ciptakan terus sukses-sukses kecil yang akan semakin meneguhkan langkah untuk mencapai tujuan yang lebih besar dalam sebuah pilihan.

Oleh sebab itu mengoptimalkan ikhtiar merupakan hal awal dalam mencapai target akhir, karena memulai dari hal yang kecil adalah suatu proses yang memiliki makna tersendiri bagi penakluknya.










Profil penulis :
1. Ketua Umum GIE ( Generasi Islam Extravaganza) Kerinci
2. Sekretaris MPM STAIN Kerinci 2005-2006
3.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar